Sabtu, 08 September 2012

LIMBAH

Limbah atau sampah yaitu limbah atau kotoran yang dihasilkan karena pembuangan sampah atau zat kimia dari pabrik-pabrik. Limbah atau sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Limbah atau sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bisa menjadikan sampah ini menjadi benda ekonomis.
source : http://www.g-excess.com/4110/pengertian-dan-macam-macam-limbah-atau-sampah/

LIMBAH B3
ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.
Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:
  • Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap
  • Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi
  • Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dengn lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut
  • Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobic maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan organik.
Limbah B3 dikarakterisasikan berdasarkan beberapa parameter yaitu total solids residue (TSR), kandungan fixed residue (FR), kandungan volatile solids (VR), kadar air (sludge moisture content), volume padatan, serta karakter atau sifat B3 (toksisitas, sifat korosif, sifat mudah terbakar, sifat mudah meledak, beracun, serta sifat kimia dan kandungan senyawa kimia).
Contoh limbah B3 ialah logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan Zn serta zat kimia seperti pestisida, sianida, sulfida, fenol dan sebagainya. Cd dihasilkan dari lumpur dan limbah industri kimia tertentu sedangkan Hg dihasilkan dari industri klor-alkali, industri cat, kegiatan pertambangan, industri kertas, serta pembakaran bahan bakar fosil. Pb dihasilkan dari peleburan timah hitam dan accu. Logam-logam berat pada umumnya bersifat racun sekalipun dalam konsentrasi rendah. Daftar lengkap limbah B3 dapat dilihat di PP No. 85 Tahun 1999: Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Silakan klik link tersebut untuk daftar lengkap yang juga mencakup peraturan resmi dari Pemerintah Indonesia. Untuk Penanganan atau pengolahan limbah padat atau lumpur B3 lebih lanjut dapat dilihat di sini
      Pengelolaan limbah itu sendiri adalah kegiatan terpadu yang meliputi kegiatan pengurangan (minimization), segregasi (segregation), penanganan (handling), pemanfaatan dan pengolahan limbah. Dengan demikian untuk mencapai hasil yang optimal, kegiatan-kegiatan yang melingkupi pengelolaan limbah perlu dilakukan dan bukan hanya mengandalkan kegiatan pengolahan limbah saja. Bila pengelolaan limbah hanya diarahkan pada kegiatan pengolahan limbah maka beban kegiatan di Instalasi Pengolahan Air Limbah akan sangat berat, membutuhkan lahan yang lebih luas, peralatan lebih banyak, teknologi dan biaya yang tinggi. Kegiatan pendahuluan pada pengelolaan limbah (pengurangan, segregasi dan penanganan limbah) akan sangat membantu mengurangi beban pengolahan limbah di IPAL. (sumber)

 Mekanisme pengolahan limbah dapat dilihat pada bagan.


untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat di sini


Selasa, 04 September 2012

Safety and Security in Chemistry Laboratory


Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa, dosen, peneliti  melakukan berbagai macam praktikum dan bermacam-macam  percobaan. Praktikum dan percobaan yang dilakukan menggunakan berbagai bahan kimia, peralatan gelas dan instrumentasi khusus yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan bila dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Berikut kebiasaan kebiasaan buruk yang harus dihindari (click disini)
Keselamatan dan  keamanan bagi para praktikan dan semua pihak yang terlibat dalam  proses kerja di dalam laboratorium adalah salah satu hal terpenting yang harus di perhatikan.  Melakukan praktek sesuai dengan prosedur yang ada itu lebih baik karena itu semua akan mengurangi resiko kecelakaan yang terjadi didalam laboratorium.
            Banyak berbagai macam modul atau pun petunjuk tentang keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium namun seharusnya jiwa Saftey And Security In  Cheamistry Laboratory haruslah di tanamkan pada semua pihak yang melakukan pekerjaan di dalam laboratorium.
            Oleh karena itu kami melampirkan berbagai modul tentang keselamatan dan keamanan bekerja dalam laboratorium:
- Keselamatan Kerja di Laboratorium (part 1) 
- Keselamatan Kerja di Laboratorium (part 2)

Simbol Bahan Kimia Berbahaya

      Di dalam laboratorium khususnya laboratorium kimia banyak berbagai macam bahan bahan kimia. Bahan kimia tersebut memiliki karakteristik yang berbeda – beda oleh sebab itu kita harus dapat membedakan setiap karakteristik  dari bahan – bahan tersebut.
Untuk menangulangi resiko dari bahan kimia tersebut, maka kita harus mempelajari dan memahami berbagai simbol-simbol bahan kimia berbahaya yang ada.
Oleh karena itu kami melampirkan berbagai macam symbol – symbol kimia yang berbahaya, diantaranya ialah :
 Simbol bahan kimia dan Hazard symbol
Dari semua simbol bahan kimia memiliki makna tersendiri, arti simbol simbol tersebut dapat dilihat di sini dan di sini