Senin, 12 November 2012

Pembuatan Tawas dari Amfol Bekas

Hari, Tanggal:  November 2012

I. Tujuan 

- Mengetahui cara pembuatan tawas dengan alumunium foil
- Membuat tawas dengan alumunium foil
- Mengetahui banyaknya tawas yang dihasilkan dari pembuatan tawas dengan alumunium foil

II. Dasar Teori

    Tawas merupakan alumunium sulfat yang dapat digunakan sebagai penjernih air seperti sedimentasi (water treatment) karena tawas yang dilarutkan dalam air mampu mengikat kotoran-kotoran dan mengendapkan kotoran dalam air sehingga menjadikan air menjadi jernih.
         Tawas dikenal sebagai koagulan didalam pengolahan air limbah. Sebagai koagulan tawas sangat efektif untuk mengendapkan partikel yang melayang baik dalam bentuk koloid maupun suspensi. Selain digunakan sebagai penjernih air, tawas juga dapat digunakan sebagai zat aditif untuk antiperspirant (deodorant). Tawas (kalium aluminiumsulfat) dihasilkan dengan mereaksikan logam aluminium (Al) dalam larutan basa kuat (kalium hidroksida) akan larut membentuk aluminat menurut persamaan reaksi
       2 Al + 2 KOH + 2 H2O         2 KAlO2 + 3 H2
Kadang-kadang ditulis dalam bentuk ion sebagai kompleks aluminat yang persamaan reaksinya :
    2 Al + 2 OH- + 6 H2O           2 Al(OH)4- + 3 H2
         Larutan aluminat dinetralkan dengan asam sulfat, mula-mula terbentuk endapan berwarna putih dari alumunium hidroksida [Al(OH)3] yang dengan penambahan asam sulfat endapan putih semakin banyak yang jika didiamkan akan terbentuk Kristal seperti kaca dari tawas (kalium aluminiumsulfat) atau sering disebut alum.
        Senyawa alumunium khususnya senyawa sulfat banyak digunakan pada industry kertas. Selain itu, tawas banyak digunakan di industri–industri baik digunakan sebagai koagulan dalam pengolahan air dan air buangan maupun penyamakan kulit dan bahan pewarna di industri tekstil.
       Selain itu tawas pun dapat digunakan untuk mengentalkan lateks (getah karet yang cair) sehingga menjadi membeku.
    Pada praktikum kali ini akan dilakukan proses produksi tawas (alum). Tawas sendiri adalah kelompok garam rangkap berhidrat berupa kristal dan bersifat isomorf. Tawas ini dikenal dengan nama potassium aluminium sulfat dodekahidrat atau KAl(SO4)2.12 H2O yang dikenal banyak sebagai koagulan didalam pengolahan air maupun limbah.

III. Alat dan Bahan

  1. Alat :
a.       Erlenmeyer 1000 ml
b.      Gelas ukur
c.       Cawan petri
d.      Timbangan analitik
e.      Gunting
f.        Pipet
g.       Corong
h.      Kertas saring
i.         Gelas beaker
B. Bahan :
a.       KOH 3N 50 ml
b.      Accu 30 ml
c.       Etanol
d.      Batu es
e.      Alumunium foil 

IV. Cara Kerja

 Pembuatan Tawas
  • Timbang dan siapkan alumunium foil sebanyak  1gram, di potong dalam ukuran kecil tidak terlalu halus
  • Masukan alumunium foil sedikit demi sedikit ke dalam larutan KOH. Dan diamati perubahan yang terjadi
  • Setelah selesai, diamkan dan dinginkan larutan lalu saring dan filtratnya ditampung dalam erlenmeyer
  • Di lain tempat, siapkan 30 mL H2SO4 kedalam gelas ukur
  • Masukan H2SO4 ke dalam Erlenmeyer sampai membentuk endapan warna putih
  • Diamkan sambil didinginkan beberapa saat, lalu saring menggunakan kertas saring yang telah ditimbang
  • Setelah filtrat terpisah, residu pada kertas saring cuci dengan 10 mL etanol, kemudian keringkan.
  • Timbang Kristal yang terbentuk setelah dikeringkan 

V. Hasil Pengamatan

Berat alumunium foil : 1 gram = 1000 mg
Berat kertas saring : 2260 mg
Berat tawas yang dihasilkan : 8470 mg
Berat tawas murni yang dihasilkan: 1250 mg 


VI. Pembahasan

       Tawas dapat dibuat dari logam Al yang kemudian dilarutkan kedalam KOH dan seterusnya direaksikan dengan asam sulfat yang akan menghasilkan endapan. Pada praktikum kali ini kita menggunakan Alumunium foil yang sejatinya hanya dapat digunakan sekali saja dan setelah itu akan menjadi limbah. Dengan kata lain kita dapat memanfaatkan limbah alumunium foil menjadi tawas yang bermanfaat dan memiliki nilai jual di industri. Proses awal pembuatan tawas adalah dengan memotong kecil kecil alumunium foil yang hendak dipakai,
       Dengan tujuan agar reaksi yang terjadi antara alumunium foil dan KOH berlangsung lebih cepat karena salah satu faktor yang dapat memepengaruhi laju reaksi adalah luas permukaan. Semakin kecil luas permuaan maka semakin cepat pula reaksi itu berlangsung.  Reaksi antara Asam sulfat dan alumunium menghasilkan reaksi yang berlangsung adalah reaksi eksoterm. Tawas yang diperoleh kemudian dicuci dengan larutan etanol yang bertujuan untuk menyerap kelebihan air dan mempercepat pengeringan.
      Tawas yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri berbentuk bongkahan dan tidak berwarna (bening). Namun hasil tawas yang kami dapatkan pada percobaan tidak berkarakteristik seperti yang telah disebutkan. Berdasarkan percobaan, tawas yang terbentuk berbentuk serbuk menggumpal yang berwarna putih. Selain itu, berat yang dihasilkan pada percobaan pun tidak sesuai dengan teori.

VII. Kesimpulan
  • Berat tawas yang dihasilkan dari pembuatan tawas dengan menggunakan 1000 mg alumunium foil sebesar 8470 mg
  • Berat tawas murninya sebesar 1250 mg
  • Pencucian tawas dengan menggunakan ethanol berfungsi untuk memurnikan tawas hingga menghasilkan tawas yang murni.

VIII. Daftar Pustaka 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar